Kasus Andika Kangen Band Berbuntut Panjang, Apa Sih 4 Hal Yang Termasuk KDRT?

, , Leave a comment

Kasus KDRT Andika Kangen Band
Kasus KDRT Andika Kangen Band via pekanbaru.tribunnews.com

Dilansir dari hipwee.com, Tentu masih ingat dong dengan Mas Andika Mahesa? Mantan vokalis grup musik Kangen Band yang lagu-lagunya selalu terngiang di telinga kita itu. Setelah lama nggak terdengar suaranya, hari Kamis (9/2) lalu namanya menghiasi kembali jagat maya di berbagai media masa dan media sosial tanah air. Kali ini bukan masalah lagunya yang mendayu-dayu, tapi masalah lagu lama yang mengharuskan Andika berurusan dengan pihak berwajib. Ya, sang istri melaporkan Andika karena tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kasus yang pernah dia alami pada tahun 2012 lalu pada Nadine, istri sirinya.

Beberapa kali kita sering melihat pemberitaan di media mengenai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kasusnya semakin hari semakin sering ditemukan. Meskipun banyak yang peduli pada fenomena sosial ini, tetapi banyak juga yang tidak peduli, cuek, bahkan tidak tahu sama sekali. Kekerasan dalam rumah tangga bisa dialami oleh laki-laki maupun perempuan. Meski kasusnya lebih banyak menimpa pada perempuan, tetapi tetap sama-sama menimbulkan efek negatif terutama bagi korbannya. Banyak dari masyarakat menyatakan bahwa contoh kekerasan dalam rumah tangga adalah kekerasan fisik saja. Benarkah demikian?

Mungkin banyak dari kita yang masih belum mengerti tindakan apa saja yang dikategorikan dalam KDRT. Undang-undang No.23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, mengungkap empat jenis KDRT:

1. Kekerasan Fisik

Kekerasan Fisik KDRT
Kekerasan Fisik KDRT via www.alodokter.com

Sering disebut sebagai kekerasan terbuka. Yakni perbuatan yang dapat terlihat secara kasat mata. Seperti perkelahian, pukulan, tendangan, dan tindakan lainnya yang melibatkan fisik. Tindak KDRT jenis ini menimbulkan kesengsaraan atau penderitaan secara fisik.

2. Kekerasan Psikis

Kekerasan Psikis
Kekerasan Psikis via psikologiunik.info

Dikenal juga dengan kekerasan tertutup, karena sifatnya yang tersembunyi. Bentuk KDRT ini termasuk, manipulasi, eksploitasi, isolasi sosial, ancaman, hinaan, atau cemooh yang menyebabkan korban mengalami susah tidur, tidak percaya diri, merasa terteror, hingga menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.

3. Kekerasan Seksual

Kekerasan Seksual
Kekerasan Seksual via caracepatmengobati.web.id

Kekerasan yang dilakukan untuk memuaskan hasrat seks secara fisik dan verbal. Tindakan KDRT seksual secara fisik termasuk pelecehan seperti meraba, menyentuh organ seks, mencium paksa, memaksa berhubungan seks dengan pelaku atau orang ketiga.

Secara verbal termasuk membuat komentar, julukan, atau gurauan porno yang sifatnya mengejek, juga membuat ekspresi wajah, gerakan tubuh dan perbutan seksual lain yang bersifat melecehkan dan atau menghina korban.

4. Kekerasan Finansial

Kekerasan Finansial
Kekerasan Finansial via www.informasiterhangat92.com

Kekerasan ini termasuk eksploitasi, manipulasi, dan mengendalikan korban dengan tujuan finansial. Dalam tindakan nyata seperti, memaksa korban bekerja, melarang korban bekerja namun menelantarkannya, atau mengambil harta pasangan tanpa sepengetahuannya.

Pelaku atau korban kekerasan dalam rumah tangga adalah orang yang mempunyai hubungan darah, perkawinan, pengasuhan, perwalian dengan suami, anak, hingga pembantu rumah tangga. Ironisnya kasus KDRT seringkali ditutup-tutupi oleh korban, karena terpaut dengan struktur budaya, agama, dan sistem hukum yang belum di pahami.

Oleh sebab itu, bila anda melakukan hal-hal diatas kepada pasangan atau anda merupakan korban KDRT, sebaiknya komunikasikan bersama pasangan. Bila tidak juga mendapat jawabannya, segera berkonsultasi dengan tenaga professional atau pihak berwajib. Sehingga  pernikahan anda terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Atau bisa juga dengan menghubungi conseling center yang siap membantu anda selama 24 jam.

 

 

Comments