3 Anggota Mapala UII Tewas, Mahfud MD: Saya Sedih dan Terpukul

, , Leave a comment

Mahfud MD
Mahfud MD via news.detik.com

Jakarta – Guru besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Mahfud MD terpukul atas tewasnya 3 mahasiswa UII dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala UII di Gunung Lawu. Mantan Ketua MK ini mengenal Mapala UII sejak 1978.

“Saya sedih dan terpukul atas meninggalnya tiga mahasiswa UII yang ikut pendidikan dan latihan dasar Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UII. Saya mengenal Mapala UII selama 38 tahun, sejak masuk ke Fakultas Hukum UII tahun 1978,” terang Mahfud melalui pesan singkat, Rabu (25/1/2017).

Menurut Mahfud, Mapala UII merupakan organisasi yang santun. Dia menjelaskan belum pernah mendengar ada kekerasan di Mapala UII.

“Mapala UII dikenal sebagai unit kegiatan mahasiswa yang paling santun, mandiri, dan tinggi komitmen kemanusiaannya. Tak pernah ada cerita dan berita kekerasan di Mapala UII, ceritanya selalu manis penuh kenangan indah,” ujar Mahfud.

Mahfud mengaku kaget atas kematian 3 mahasiswa UII tersebut. Seperti diketahui, total peserta diksar ada 37 mahasiswa dari berbagai fakultas di UII. Sebanyak 34 peserta laki-laki dan 3 orang perempuan.

“Tim SAR Mapala UII bukan hanya dikenal di Yogya, tetapi masuk ke daerah-daerah bencana alam, termasuk banjir-banjir di Jakarta. Tapi sungguh mengagetkan, sekarang tindak kekerasan fisik yang menghilangkan 3 nyawa justru terjadi di Mapala UII,” cetus Mahfud.

Tiga mahasiswa UII yang tewas adalah Ilham Nurfadmi Listia Adi (20), Muhammad Fadli (19), dan Syaits Asyam (19), setelah mengikuti kegiatan TGC di lereng selatan Gunung Lawu di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 13-20 Januari 2017.

Sampai saat ini, masih ada 5 orang yang sedang dirawat di rumah sakit. Kelimanya dirawat setelah menjalani pemeriksaan untuk kedua kalinya di Jogja International Hospital (JIH) pada Selasa (23/1). Selain lima mahasiswa itu, ada 27 orang yang diperiksa di sana. Sedangkan dua mahasiswa dilaporkan sudah tidak berada di Yogyakarta karena pulang ke daerah asalnya.

“Lima orang dirawat intensif,” ujar Rektor UII Harsoyo di Yogyakarta, Rabu (25/1).

Comments