Jokowi Pegang Janji Menhub: Bandara Kulon Progo Beroperasi 2019

, , Leave a comment

Presiden Republik Indonesia
Presiden Jokowi via finance.detik.com

New Yogyakarta International Airport

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi memulai pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Yogyakarta. Jokowi berpesan kepada Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, untuk segera menyelesaikan Amdal bandara ini.

“Saya sudah sampaikan, amdalnya segera diselesaikan. Ini Bandara yang akan beroperasi pada tahun 2019 dengan kapasitas 14 juta penumpang (pet tahun),” ujar Jokowi, di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulon Progo.

Jokowi mengaku sudah mencatat janji Menhub, bahwa bandara ini akan bisa beroperasi pada Maret 2019. Dia meminta semua pihak untuk menagih janji tersebut.

“Dan kita harapkan dengan selesainya bandara ini, janjinya Pak Menteri kita ingat bersama, Maret 2019. Saya ingat terus lho Pak. Ini biar kerjanya siang malam. (Kalau) nggak dicek, ya nggak selesai,” ujar Jokowi.

Apalagi, kata Jokowi, proyek ini sudah tertunda dan mundur. Jika tidak segera diambil keputusan, menurutnya pembangunan bandara ini seterusnya tidak akan dimulai.

“Saya sampaikan (kepada Gubernur DIY soal proyek Bandara) akan segera kita mulai bersama. Setiap pekerjaan dan keputusan apapun ada risikonya,” imbuhnya.

Bagi Jokowi bandara ini memiliki orientasi global. Seluruh fasilitasnya akan berstandar internasional.

Desain New Yogyakarta International Airport

PT Angkasa Pura I mulai mensosialisasikan desain New Yogyakarta International Airport (NYIA), Kulon Progo, Yogyakarta. Dari desain yang disosialisasikan itu, NYIA akan dibangun dengan mempertimbangkan nuansa khas Yogyakarta. Penumpang pesawat dari ketinggian bisa menikmati bandara layaknya menikmati hamparan jarik atau kain batik bermotif kawung.

Mengenai konsep arsitektur, NYIA akan menjadi galeri seni. Interiornya akan menyampaikan berita tentang Yogyakarta dan Kulon Progo. Glagah dan gumuk sebagai interprestasi tentang Yogyakarta bagian selatan akan dihadirkan.

Di sela ornamen glagah, akan diselipkan simbol bunga Wijaya Kusuma yang bemakna budaya Yogyakarta sudah terbangun ribuan tahun lalu dan terus ada di masa yang akan datang jika generasi penerus tetap menjaga dan memperkaya budaya tersebut.

Penggunaan produk lokal seperti tegel kunci penuh motif juga rencananya akan menambah suasana khas Yogyakarta. Ada artwork berupa lampu-lampu berpola batik motif truntum yang akan bergerak mengarahkan penumpang ke arah tertentu. Artwork ini akan secara semiotik dapat mengarahkan penumpang. Dengan demikian, meskipun ada petunjuk berupa tulisan tapi penumpang bisa tahu ke arah tanpa perlu membaca itu.

Sedangkan bagian atap akan didesain dengan motif batik mitif kawung yang merupakan simbolisasi pencapaian menuju hakikat Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan berbagai desain yang direncanakan itu, Bandara NYIA nantinya didesain untuk mencapai satu titik tujuan agar pengguna bisa merasakan sensasi baru tanpa kehilangan akar budaya.

Comments