Bandung Gelar Deklarasi Hantam Hoax 2017, 5 Cara Mengenali Berita Hoax

, , Leave a comment

Deklarasi Hantam Hoax 2017
Deklarasi Hantam Hoax 2017 via regional.kompas.com

Berita Hoax

Dilansir dari liputan.com, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memimpin pembacaan deklarasi Bandung Hantam Hoax di di Alun-alun Kota Bandung, Jalan Asia Afrika, Bandung, Senin (20/2/2017). Dia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita bohong atau hoax yang kini tersebar secara masif.

“Semua orang bisa memproduksi berita, menjadi konsumen berita, dan menyadi penyebar berita. Kalau berita bohong ini tidak dicermati, fakta – fakta yang tidak benar akan berbahaya,” kata Emil, panggilan populer wali kota, Senin (20/2/2017).

Hoax atau berita palsu pasti sudah tak asing lagi kamu temui di media online. Mulai dari media sosial hingga group chat bagai lahan ’empuk’ untuk oknum-oknum tertentu menyebarkan berita palsu. Berita hoax biasanya bersifat kontroversial dan memancing emosi bahkan ketika baru membaca judul berita. Alhasil, pembaca yang terpengaruh, buru-buru menekan tombol share, bahkan tanpa membaca isi berita dan jeli terhadap kebenaran berita. Pada dasarnya, banyak dari kita yang cenderung hanya mendengar apa yang ingin kita dengar, sehingga ketika ada berita yang ‘mendukung’ pandangan yang kita miliki, tanpa pikir panjang, kita ingin semua orang pun tahu.

Tapi, pemikiran sempit seperti itu tentu tak hanya merugikan diri sendiri tapi banyak orang lain. Bagaimana jika ternyata berita hoax tersebut memfitnah orang tak bersalah? Jangan-jangan tanpa sadar kita telah ‘membantu’ pihak-pihak yang memiliki niat buruk. Inilah 5 cara yang bisa kita lakukan untuk ungkap kebenaran berita.

1. Cari tahu dan kunjungi sumber tulisan

Penampakan Ufo
Penampakan Ufo via www.getlinkyoutube.com

Pernah mendengar berita di atas? Tenang, berita tersebut sudah dibuktikan tidak benar. Nah, jika mendapat berita-berita yang cenderung unik atau kontroversial, tak jarang kita terburu-buru menyebarkannya pada teman yang lain. Tapi, coba bayangkan kerugian pihak-pihak yang jadi ‘tersangka’ di berita yang bikin heboh seperti itu. Langkah pertama yang wajib kita lakukan adalah mengecek sumber berita. Sebelum semakin terpengaruh, coba lihat sumber tulisan dan kalau perlu kunjungi situs asli yang pertama kali menerbitkan berita tersebut.

2. Cek apakah semua berita di sumber tersebut bersifat kontroversial dan meragukan

Mencari Sumber Berita Lewat Internet
Mencari Sumber Berita Lewat Internet via student.cnnindonesia.com

Siapa saja dapat memiliki domain website dengan mudah. Maka, tak mengherankan ada saja pihak yang memanfaatkannya dengan niat yang buruk. Kunjungi situs sumber tulisan dan coba lihat apakah semua berita yang ditampilkan di situs tersebut memang bersifat ‘mengejutkan’ dan kontroversial. Situs-situs seperti ini baisanya menggunakan judul atau gambar yang membuat pembaca kaget.

Selain itu, cobalah untuk teliti pada nama sumber, kadang ada yang menggunakan nama yang mirip dengan sumber terpercaya namun dengan menambahkan tanda titik atau spasi, misalnya BBCNews menjadi BBC-News.

3. Konten yang Identik Sama

Konten Berita Hoax
Konten Berita Hoax via kumparan.com

Ciri berita hoax adalah kesamaan isi. Ini karena penulisan menggunakan trik copas (copy-paste) atau salitem (salin-tempel). Mengenali berita palsu melalui konten, ternyata cukup mudah. Pertama, baca artikel dengan menerapkan asas praduga hoax. Kedua, temukan kalimat yang dicurigai sebagai ciri berita palsu. Kalimat terindikasi hoax bisa berupa pemberitaan yang kurang masuk akal. Untuk itu, Anda perlu pembiasaan membaca dengan kritis.

4. Tulisan disajikan dengan ’emosi’ yang berlebihan

Emoticon Emosi
Emoticon Emosi via www.keywordhut.com

Pernah membaca berita yang isinya seperti orang sedang marah-marah? Berita tersebut bisa jadi memang berita hoax. Kadang, niatan untuk provokatif dan menggiring pandangan orang lain, tulisan pun menyerukan ajakan-ajakan untuk turut merasakan emosi yang sama.

Baru membaca judul sudah merasa marah dan kesal sekali bahkan sampai ingin memaki-maki? Wah, bahaya! Berita hoax memang sengaja dibuat untuk memicu emosi kamu. Kenapa? Agar kamu turut mengambil tindakan, seperti menyebarkan berita tersebut dengan dibubuhi caption yang tak kalah menggebu-gebu bahkan provokatif. Jangan keburu kesal apalagi sampai membenci sebelum tahu faktanya yah.

5. Manfaatkan “Google Search Image”

Google Search
Google Search via www.digitaltrends.com

Biasanya berita hoax menggunakan gambar-gambar yang mendukung judul dan isi berita. Eits, jangan sampai tertipu yah, gambar yang digunakan pun juga hoax alias palsu. Selain hasil editan, tak jarang foto atau gambar yang digunakan berasal dari berita lain sehingga tampak meyakinkan. Untuk mengecek apakah gambar memang sesuai, kamu bisa memanfaatkan fitur google search image.

Yuk, jangan mau jadi korban berita hoax, apalagi ikut membantu menyebarkannya. Cerdas menyikapi berita yang kamu terima.

 

 

Comments