Musim Hujan, Waspada 6 Penyakit Yang Sering Datang

, , Leave a comment

Waspada Musim Hujan
Waspada Musim Hujan via www.nextarcelebration.com

Datangnya musim hujan menyebabkan perubahan pada suhu lingkungan. Tidak hanya pada manusia, perubahan suhu juga berdampak pada kehidupan mikroba yang tersebar di lingkungan sekitar.

Pada beberapa jenis mikroba, perubahan ini menyediakan kemudahan untuk berkembang biak. Akibatnya, mikroba makin mudah menginfeksi tubuh dan menyebabkan sakit.

Musim hujan harus kita waspadai dengan munculnya beberapa penyakit yang sering muncul. Musim hujan yang dingin, banjir, kehujanan dan berbagai macam faktor bisa menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Berikut beberapa penyakit yang mungkin sering muncul ketika musim hujan.

1. Batuk Dan Pilek

Batuk Pilek
Batuk Pilek via www.detstvo.info

Penyakit yang satu ini siapa saja bisa mengalaminya, dimulai anak-anak hingga lansia. Tanpa kita sadar, rata-rata penyakit ini sering kita alami baik sebentar atau kambuh-kambuhan dalam waktu yang lama, dan di musim hujan banyak sekali yang mengami.

Jangan remehkan penyakit standar ini, karena kamu perlu periksakan diri jika demam tubuh sudah sangat tinggi dan batuk-pilek tidak sembuh-sembuh dalam waktu 3 hari/lebih.

Cara pengobatan minum yang banyak dan istirahat yang cukup. Tidak memerlukan antibiotik. “Minum obat sesuai keluhan, pusing minum obat pusing, begitu juga jika demam.

2. Penyakit Kulit

Penyakit Kulit
Penyakit Kulit via bidanku.com

Hujan dan banjir rentan membawa beberapa bakteri yang menyerang kulit. Serangan bakteri menyebabkan rasa gatal di seluruh tubuh. Penyakit kulit juga bisa disebabkan jamur akibat suhu yang lembab, seperti senyakit kulit herpes cukup banyak terjadi ketika musim hujan. Gejalanya lebih ke nyeri daripada gatal dan muncul seperti printil-printil kemerahan dalam tubuh. Sedangkan kutu air, umumnya terjadi pada sela-sela jari tangan atau kaki.

cara pengobatan semakin awal anda periksakan dan mendapat terapi, semakin baik. Karena perlu didiagnosa dengan tepat apa penyebabnya. Salah memberi terapi salep malah membuat penyakit semakin parah, misalnya memberikan salep antiradang pada penyakit infeksi kulit karena jamur.

3. Diare

Diare
Diare via www.doktortv.com

Penyakit yang ditandai buang air besar cair berkali-kali ini disebabkan sekelompok bakteri. Beberapa bakteri yang menyebabkan bakteri antara lain Shigella dysentria, Salmonella Spp, Compylobacter jejui, Escherichia coli (E coli), dan Entamoeba histolytica. Bakteri ini menginfeksi saluran usus sehingga menyebabkan tinja cair dan berlendir. Bila mengalami diare, Anda disarankan segera ke dokter dan banyak mengonsumsi cairan.

4. Demam Berdarah

Demam Berdarah Akibat Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti
Demam Berdarah Akibat Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti via www.fluentu.com

5. Tifus

Tifus
Tifus via www.penabiru.com

Tifus adalah penyakit yang ditandai demam hingga 39-40 derajat celsius. Penyakit ini disebabkan bakteri Salmonella typhi yang masuk ke saluran cerna melalui mulut, esofagus, lambung, usus kecil, dan usus besar.

Kuman menyebar melalui muntah dan kotoran penderita yang terbawa di kaki lalat, yang kemudian mengontaminasi makanan. Sebagian besar kuman sebetulnya mati saat memasuki saluran pencernaan karena terkena asam lambung. Namun, kuman yang masih hidup ternyata mampu menginfeksi usus halus dan menyebabkan demam tifus.

Penderita demam tifus sebaiknya segera menjalani pengobatan dan menjalani bed rest. Istirahat selama 7-14 hari membantu tubuh lekas pulih.

6. Leptospirosis

Leptospirosis Penyebab Bakteri Dari Tikus
Leptospirosis Penyebab Bakteri Dari Tikus via www.tribunnews.com

Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira sp yang menyebar lewat urine tikus. Penyakit ini menyebabkan kulit penderita kekuningan dan mukosa mengering. Pada beberapa kasus, penyakit ini disertai diare atau konstipasi.

Penyakit ini mencapai puncaknya saat musim hujan atau banjir tiba. Saat itu, Leptospira sp dalam urine tikus menyebar lewat air dan masuk ke tubuh melalui kulit atau selaput lendir. Selanjutnya terjadi perbanyakan sehingga bakteri bisa menyebar ke berbagai jaringan tubuh, terutama ginjal dan hati.

Untuk mendiagnosis leptospirosis, hal yang perlu diperhatikan adalah riwayat penyakit, gejala klinis, dan diagnosis penunjang. Diagnosis penunjang bisa dilakukan lewat urine dan darah. Bila positif leptospirosis, penderita bisa diobati dengan antibiotik.

 

 

Comments